1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. K
  6.  » 
  7. KESEHATAN


  8. Reporter : Arman Maulana Azis    11 Januari 2016 14:35

    Upaya Mengurangi Kehamilan Berisiko Tinggi

    Tercatat 190 kematian ibu setiap 100.000 kelahiran pada tahun 2013.

    Feed.merdeka.com - Angka kematian ibu saat melahirkan di Indonesia sangat tinggi, menurut data World Health Organization (WHO) tercatat 190 kematian ibu setiap 100.000 kelahiran pada tahun 2013. Salah satu daerah dengan angka kematian terbesar yaitu di Sumatera Barat, yang mencapai 212 ibu meninggal tiap 100.000 kelahiran.

    Yang menjadi penyebabnya yaitu sulitnya akses para ibu hamil untuk memeriksakan kandungan mereka karena masih tinggal yang di daerah terpencil, dan minimnya sarana pendukung. Berangkat dari hal tersebut, munculah program Mobile Obstetrical Monitoring (MOM) Solution.

    (Kiri-kanan. Drs. H. Yuswir Arifin, Pejabat Bupati Sijunjung. dr. Edwin Suprayogi, M. Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung. Suryo Suwignjo, Direktur Utama Philips Indonesia, saat mengenalkan alat-alat MOM. Foto: Arman Maulana)

    Suryo Suwignjo selaku Direktur Utama Philips Indonesia mengatakan, pihaknya dapat membantu masyarakat di desa terpencil untuk mendapatkan layanan dari ahli kesehatan dan teknologi yang tepat, di waktu yang tepat pula.

    "Hal ini merupakan salah satu contoh bagaimana teknologi digital dapat memfasilitasi tindakan pencegahan dan memberikan dampak besar pada kualitas pelayanan," paparnya saat ditemui di acara 'Solusi Mobile Obstretrical Monitoring (MOM) Philips' di Hotel Luwansa, Jakarta Selatan, Senin, 11 Januari 2016.

    Program MOM ini merupakan pencatatan kehamilan yang dilakukan oleh bidan atau dokter kebidanan di area terpencil, berbasis mobile. Data yang dicatat meliputi pengukuran vital, data observasi, dan gambar ultrasonik, yang nantinya akan diperiksa oleh dokter speaialis yang berada di perkotaan. Dengan demikian dokter spesialis dapat memantau data kehamilan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi sejak dini kehamilan berisiko tinggi.

    Herman Sujito, Regional Sales Manager, Healthcare Philips Indonesia mengatakan sistem ini akan membantu tenaga kesehatan seperti bidan untuk membuat keputusan yang tepat dengan stratifikasi risiko, berdasarkan panduan standar klinis yang berlaku.

    "MOM ini dapat meningkatkan deteksi dini kehamilan berisiko, seperti janin palsu, dan janin yang tidak berkembang, sebesar tiga kali lipat. Juga dapat membantu ibu hamil untuk mendapatkan pengawasan medis, agar dapat melahirkan secara aman," katanya saat menjelaskan lebih lanjut mengenai MOM.

    Program MOM ini telah dilakukan di salah satu daerah di Sumatera Utara, yaitu Sijunjung. Pejabat Bupati Sijunjung, Drs. H. Yuswir Arifin yang turut hadir, merasa bangga karena daerahnya yang dipilih untuk dilakukan penerapan program MOM tersebut. Ia juga mengharapkan tenaga medis, baik bidan maupun dokter spesialis di daerahnya dapat menggunakan alat MOM ini dengan baik.

    "Kalau alat sudah bagus, operatornya pun harus bagus. Percuma jika alatnya sudah canggih, tapi yang menggunakannya tidak mengerti," tambahnya. Kebanggaan juga dirasakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, dr. Edwin Suprayogi, M. Kes, ia mengatakan pihaknya ingin dapat mengidentifikasi kehamilan para ibu sesegera mungkin. Agar para ibu hamil tersebut mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

    "Program ini juga membantu kami memantau efektifitas petugas layanan kesehatan di lapangan, sehingga dapat meningkatkan keahlian dan kualitas layanan menjadi lebih baik," tutupnya.[crosslink_1]

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES